DENAH RUANGAN

FAKULTAS TEKNIK

 

A.GEDUNG LAMA

Mengintip Kehidupan Kampus di Indonesia Era Revolusi Industri 5.0

Oleh, Fabian J Manoppo

 

Saat ini kita sedang berada di era revolusi industry 4.0 dimana kehidupan kampus mengalami transformasi yang sangat cepat dari kampus yang masih menjalankan sistem pendidikan yang orthodox terpaksa harus mengadakan perubahan dalam sistem pendidikan yang lebih modern sesuai tuntutan pasar kerja. Sistem pendidikan orthodox pelan tapi pasti akan kehilangan pasar dan mati secara perlahan lahan, uraian mengenai ini telah saya tulis sebelumnya dengan judul MOOC "Virus Pembunuh Pendidikan Orthodox" di http://fatekunsrat.com/mooc-1/ dan tulisan dengan judul "Benar Salah Sambutan dan Pidato Mas Menteri Nadiem Makarim" di http://fatekunsrat.com/menteri/ . Era revolusi industry 4.0 adalah era dimana teknologi digital memainkan peranan penting apalagi akan memasuki era revolusi industry 5.0.

 

Teknologi digital saat ini tidak hanya mengancam dunia Pendidikan saja tapi hampir disemua lini kehidupan mulai dimasuki dan dipengaruhi oleh teknologi digital. Beberapa contoh nyata antara lain teknologi smart phone, teknologi robot, kecerdasan buatan, cloud computing, sistem pelayanan berbasis aplikasi digital yang telah mengancam eksistensi keberadaan manusia. Teknologi digital selain efisien waktu dan biaya, ketepatan, efektif dan serta memiliki nilai produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem yang lama, juga telah menjadi tuntutan di era revolusi industri 4.0 dan 5.0

 

Dunia kampus tidak terlepas dari apa yang diuraikan diatas, beberapa prediksi yang dapat saya sampaikan disini adalah bagaimana sistem lama secara perlahan mulai digantikan dengan teknologi digital. Sistem lama masih menggunakan sebagian besar tenaga manusia sementara sistem Pendidikan dengan teknologi digital dimana mulai dari pendaftaran masuk perguruan tinggi, kelulusan, sistem proses belajar mengajar, administrasi pelayanan seperti yang mulai diterapkan dibeberapa universitas di Indonesia termasuk universitas Sam Ratulangi http://unsrat.ac.id dan Fakultas Teknik http://fatekunsrat.com biarpun belum sepenuhnya dikendalikan dengan teknologi digital tapi beberapa hal dibawah ini menurut saya dapat terjadi :

 

  • Teknologi digital dapat menggantikan peran dari bebarapa organ yang ada dalam Organisasi Tata Kelola (OTK) sistem pendidikan model lama
  • Ditingkat manajemen universitas hanya dibutuhkan 1 org Rektor, 1 org Wakil Rektor dan 10-20 pegawai yang menguasai management pengelolaan pendidikan berbasis teknologi digital
  • Ditingkat manajemen fakultas hanya dibutuhkan 1 org Dekan/Koordinator Program Studi dibantu 1 orang wakli dan 5-10 pegawai dapat melayani sampai 15 ribu mahasiswa tergantung dengan sistem teknologi yg dibangun bisa lebih besar lagi
  • Kampus hanya membutuhkan dosen yang memiliki kompetensi ilmu yang laku dipasar atau dosen yang memiliki kompetensi untuk melakukan penelitian dan menemukan karya karya inovatif yang bermanfaat dan menguntungkan bagi dunia industri dan kampus itu sendiri.
  • Kampus tidak memerlukan lagi gedung besar yang dibutuhkan hanya laboratorium virtual dan beberapa kelas untuk kuliah model online atau flip kelas dimana mahasiswa tidak perlu datang kekampus, jika datang hanya untuk diskusi jika dianggap tidak memahami.
  • Ijasah akan digantikan dengan sertifikat kompetensi dan seorang mahasiswa dapat memperoleh beberapa sertifikat komptensi
  • Waktu untuk mendapatkan sertifikat kompetensi bisa hanya 1 bulan saja sehingga tidak perlu menunggu sampai 4 tahun seperti sistem pendidikan orthodox
  • Mahasiswa bisa mengambil dan berpindah pindah bidang keahlian untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sesuai dengan tuntutan pasar kerja
  • Kegiatan extrakurikuler mahasiswa tidak dibutuhkan disediakan didalam kampus tapi mahasiswa bisa mengambil kegiatan sendiri diluar dengan pelayanan yang lebih khusus dan professional
  • Model pendidikan orthodox yang masih menggunakan sistem kuliah dengan banyak materi atau materi umum yang tidak siap berkompetisi dilapangan kerja akan hilang dan akan lebih menjurus atau spesifik ke 1-3 bidang keahlian yang langsung dibutuhkan dipasar kerja
  • Secara perlahan pasar kerja aparatur sipil negara (PNS) juga akan terpaksa menerima lulusan dengan sertifikat kompetensi daripada gelar sarjana yang tamat dari sistem pendidikan orthodox
  • Pengelolaan manajemen kampus akan sama dengan pengelolaan perusahaan perusahaan swasta bersifat Badan Hukum ada kemungkinan tidak lagi menggunakan istilah istilah seperti saat ini yang ada dalam Organisasi Tata Kelolo Perguruan Tinggi.
  • Pembiayaan lebih mandiri dan hanya ada subsidi terbatas dari pemerintah untuk kampus negeri
  • Tidak ada lagi perbedaan antara pendidikan vokasi dan akademik semuanya akan tergantikan dengan kompetensi pasar kerja

Beberapa hal diatas adalah sedikit gambaran tentang kehidupan kampus kelak di era revolusi industry 5.0 yang sudah dan sedang terjadi. Jika kampus tidak melakukan perubahan seperti diatas maka akan mati dengan sendirinya karena hampir semua perusahaan besar merekrut hanya membutuhkan skill yang siap pakai dan professional dan tidak membutuhkan lijasah yang skill masih umum seperti kondisi pendidikan orthodox saat ini. Tulisan ini hanya merupakan prediksi pribadi yang didasarkan pada pengalaman sebagai seorang pendidik di perguruan tinggi hampir 25 tahun. Kita harus berubah jika kita tidak ingin digilas oleh waktu yang kita tidak mampu untuk kendalikan.